Minggu, 13 September 2015

Sosial Budaya Kabupaten Kuningan

Sosial budaya pada Kabupaten Kuningan yang akan kita bahas pada kesempatan kali ini adalah makanan khas, tarian daerah, cerita legenda, pakaian adat, serta suku-suku yang ada di Kabupaten Kuningan.
  1.  Peuyeum Ketan khas Kuningan
    7 Makanan Khas Kuningan Jawa Barat
    Peuyeum ketan yaitu tape yang terbuat dari beras ketan, biasanya ketan yang di gunakan adalah ketan putih namun juga ada yang menggunakan ketan merah, Beras ketan yang sudah di kukus dan di kasih aroma dari daun kusus kemudian di fermentasi menggunakan ragi dan di bungkus dengan daun jambu air, untuk dapat di konsumsi membutuhkan waktu sekitar 3-4 hari. Peuyeum ketan ini memiliki rasa yang khas dan aromanya yang unik, biasanya Peuyeum ketan kuningan di simpan dalam ember sedang hitam berisi 100 buah Peuyeum, namun sekarang ada dalam kemasan kardus kecil juga kemasan plastik. 
     
    2.  Putri Noong Khas Kuningan
    7 Makanan Khas Kuningan Jawa Barat
    Putri Noong adalah kue yang terbuat dari parutan singkong dan pisang nangka lalu dibaluri oleh parutan kelapa.

    3. Tahu Lamping Khas Kuningan
    7 Makanan Khas Kuningan Jawa Barat 
    Tahu lamping adalah tahu asli Kuningan. Tahu ini lebih padat dan berisi juga memiliki rasa gurih yang khas. Rasanya yang khas konon karena proses pembuatannya yang menggunakan mata air di desa Cigadung yang berada di lamping (lereng) gunung Ciremai.
     
    4. Rarawuan Khas Kuningan
    7 Makanan Khas Kuningan Jawa Barat 
    Rarawuan adalah makanan sejenis bakwan atau bala-bala, dengan bahan baku kacang hitam, kelapa kering dan terigu.
     
    5. Kue Satu Khas Kuningan
    7 Makanan Khas Kuningan Jawa Barat 
    Kue Satu yaitu kue yang terbuat dari kacang hijau yang disanggrai dan dihaluskan dicampur dengan gula halus kemudian dicetak.
     
    6. Awung Khas Kuningan
    7 Makanan Khas Kuningan Jawa Barat 
    Awung yaitu makanan yang terbuat dari tepung beras, parutan kelapa, daun pandan dan gula merah. Bentuknya menyerupai tumpeng berupa gunungan kecil. Rasanya manis dan berserat.
     
    7. Papais Khas Kuningan
    7 Makanan Khas Kuningan Jawa Barat 
    Papais yaitu makanan yang terbuat dari bahan baku beras ketan atau ketela pohon yang dibungkus dengan daun pisang, Untuk Papais yang terbuat dari beras ketan ada  papais bugis yang berisi adonan parutan kelapa dan gula aren, ada papais monyong berbentuk kerucut dengan isi enten kacang hijau, ada papais koci yang berwarna hijau dengan enten gulamerah dan parutan kelapa dan  ada papais beureum yang berwarna merah tanpa isi. Kalau papais yang terbuat dari ketela pohon adalah nagasari yang dalamnya buah pisang atau cuma papais tanpa isi yang rasanya asin.
     
    Gimana? Berniat mencobanya? Silahkan ke Kuningan hehehe...
    Sekarang kita bahas tentang tarian daerahnya yuuk. Disimak lagi yaa...
     
    • Tari Buyung
     
    Tari buyung merupakan tarian khas masyarakat Cigugur Kabupaten Kuningan. Tari buyung ini memiliki keterkaitan erat dengan upacara seren taun yaitu serah terima tahun yang lalu ke tahun yang akan datang sebagai penggantinya, hal ini karena tarian ini merupakan tarian utama dalam upacara seren taun di Desa Cigugur Kuningan Jawa Barat. Tarian ini menceritakan tentang gadis-gadis desa Cigugur yang sedang mengambil air ke sungai.

    Nahh, bagaimana dengan pakaian adatnya? Masih penasaran? Yukk baca lagi nihh di bawaahh...


    Motif kuda “Si Windu” dan ikan dewa yang merupakan ikan khas Cigugur Kabupaten Kuningan, kini disepakati sebagai motif batik khas daerah Kuningan looh... Sehingga bisa dikembangkan dan dijadikan pakaian resmi bagi kalangan PNS maupun pegawai swasta bahkan para siswa sekolah yang ada di Kabupaten Kuningan. Bagus kan? Berniat menjadi orang Kabupaten Kuningan? Silahkan hubungi nomor di bawah ini.
    Mayoritas penduduk yang ada di Kabupaten Kuningan merupakan suku Sunda.
     
    Nahh, udah tau kaan beberapa sosial budaya yang ada di Kabupaten Kuningan? Tentunya bangga dong dengan banyaknya budaya yang ada di Indonesia. Maka dari itu kita harus selalu melestarikannya. Semoga bermanfaat :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar